Rubrik Utama

Daerah

Kisah Inspiratif H Suriansyah Pengusaha Dermawan, Dari Kuli Bangunan Hingga Menjadi Pengusaha Sukses. Bagian II

Foto Metronews.co

Kaltimtuah.id, SAMARINDA– “Rezeki, Jodoh dan Maut, tiga hal itu merupakan rahasia illahi, hari ini kamu boleh jadi tidak memiliki apa-apa, namun komitmen dan kerja kerasmu akan merubah segalanya, kita tidak boleh terlalu berharap kepada manusia, sepenuhnya kita harus berharap kepada sang pencipta” begitulah pesan moral yang disampaikan H Suriansyah.

Pada tulisan “Kisah Inspiratif H Suriansyah Dari Kuli Bangunan Hingga Menjadi Pengusaha Sukses Bagian I” Kita telah banyak mengupas tentang kehidupan dan pemikirannya.

H Suriansyah atau yang biasa dipanggil Sasa menjadi perbincangan hangat publik Kota Tepian beberapa bulan terakhir ini, betapa tidak, pengusaha sukses yang memulai semuanya dari nol itu selalu terlibat dalam kegiatan sosial. Tidak hanya itu, komitmennya untuk membantu masyarakat yang tidak mampu terus ia lakukan, lewat Yayasan sosial yang ia bangun Sasa kerap menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Aksi sosial memang gencar ia lakukan dalam beberapa tahun terakhir, menurut Suriansyah menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain adalah impiannya sejak dulu.

“Saya ingin menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain, karena saya pernah merasakan kesulitan yang luar biasa” ujar H Suriansyah saat mengenang masa lalunya.

Berdo’a Agar Mendapatkan Rezeki lebih Untuk Membangun Mesjid

Siapa sangka Sasa yang dulunya berandalan dan kerap menghabiskan waktunya di meja judi ternyata diam-diam ia selalu meluangkan waktunya untuk beribadah dan berdo’a.

Do’a yang ia ucapkan memang tidak lazim, jika kebanyakan orang pada umumnya hanya berdo’a untuk kelancaran rezeki dan kesehatan, namun Sasa selalu berdo’a dengan meminta rezeki yang melimpah, berdo’a untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, dan berdo’a untuk mendapatkan rezeki lebih agar bisa membangun rumah-rumah ibadah.

“Kalau berdo’a itu jangan nanggung-nanggung, dari dulu saya selalu berdo’a agar mendapatkan rezeki melimpah, saya berdo’a agar bisa membantu orang yang membutuhkan, dan berdo’a agar bisa membangun tempat-tempat ibadah” Ujar Sasa.

H Suriansyah mengenang awal-awal nasib baik menghampirinya, waktu itu sekitar tahun 2009 dirinya yang saat itu menekuni pekerjaan membuat tower, tiba-tiba mendapatkan telepon dari salah seorang suruhan kontraktor di Surabaya untuk membangun tower.

Bermula dari kerjasama membuat tower itu, kepercayaan investor kepada Suriansyah semakin meningkat, ia pun diminta untuk mencarikan lokasi untuk dibangunkan perumahan, permintaanya pun tidak main-main, investor tersebut meminta dicarikan tanah minimal 2 hektare dan maksimal 10 hektare.

Pucuk dicinta ulam tiba, Sasa akhirnya mendapatkan tanah yang diminta investor, dan harganya jauh dari harga yang ditetapkan pihak investor, lokasi tanah tersebut berada di Daerah Palaran.

Keuntungan dari membeli tanah itu ia gunakan untuk mengeruk lahan dan belajar nambang di lokasi yang saat ini sudah berubah menjadi perumahan Palaran City.

“Kebetulan saya dipercaya untuk mengurus perumahan itu, karena saya mengurus semua perijinannya, disitu saya mengeruk tanahnya ternyata ada batu baranya, dan disitulah saya mulai belajar nambang, belajar bikin perumahan, saya kira dulu bikin perumahan itu dari uang pribadi, ternyata tidak, kita jadikan dulu sertifikat, kita pecah dan pecahannya ini kita gadaikan ke bank, orang beli baru kita gadai, dari situlah saya terus belajar” kenang H Sasa.

Seiring berjalannya waktu, kehidupannya semakin membaik, beberapa orang kenalannya memberikan lahan batu bara untuk ia kelola, ia pun memulai menggeluti bisnis emas hitam tersebut.

Hingga saat ini ia sudah memiliki 4 tambang batu bara, satu tambang emas dan 3 perumahan.

Sasa mengungkapkan kesuksesanya sekarang tidak terlepas dari kebiasaanya yang sering berbagi dan bersedekah serta cara ia berbakti kepada orang tuanya.

“Dari saya susah dulu, saya tidak pernah menolak jika ada yang datang meminta-minta, kalau saya menolak berarti saya sudah menolak rezeki yang Allah berikan. Dan saya juga selalu meminta ridho kepada ibu saya, saya selalu mencuci kakinya. Di rumah saya itu ada puluhan ekor kucing, kucing-kucing yang terlantar itu saya ambil dan saya beri makan tiap pagi sebelum saya berangkat kerja, kita tidak tau, mungkin kucing itu juga mendo’akan kesuksesan kita” jelas ketua Yayasan Peduli Sesama Mansyur Tuah tersebut.

Sasa mengatakan aksi peduli dan berbagi yang ia lakukan saat ini hanya mengharapkan ridho Allah SWT dan ia niatkan apa yang dia lakukan semata-mata sebagai sedekah untuk almarhum orang tuanya, menurutnya dengan bersedekah amalannya akan cepat sampai.

“Setelah ibu saya meninggal saya langsung berpikir untuk merawat lansia-lansia, karena setelah saya belajar dan baca buku bahwa yang paling afdol adalah sedekah yang kamu niatkan untuk orang tua mu itu cepat sampai, disitulah saya mulai berpikir untuk membangun rumah singgah untuk lansia, dan lansia-lansia ini adalah pengganti ibu saya” tambah pengusaha yang dikenal dermawan ini.

Membangun Masjid Miliaran dengan modal 90 Juta

Pernah sewaktu ketika ibunya masih hidup, ibunya berpesan agar melanjutkan pembangunan masjid di Desa Waung Kabupaten Sidoarjo, (Tempat kelahiran ibunya), saat itu ia hanya memiliki sisa uang 90 Juta, dengan modal keyakinan yang kuat, ia pun menyanggupi permintaan ibunya tersebut.

Masih segar dalam ingatan Sasa, saat itu uang 90 Juta yang ia miliki dihabiskan untuk membeli bahan bangunan sehingga yang tersisa hanya 1 Juta.

“Setelah semua bahan saya beli, sisa uang saya 1 Juta, tapi beruntung saat itu tiket pulang ke Samarinda sudah saya beli, ole ole sudah saya beli, namun yang menjadi pikiran saya adalah gaji tukangnya lagi” cerita Sasa.

Dengan kebesaran Allah ia pun mendapatkan rezeki yang tak terduga, mesjid perlahan-lahan diselesaikan, kurang lebih 1 tahun masjid megah yang diberi nama Al-Barokah itu berhasil di selesaikan.

“Pas malam saya nyampe Samarinda, saya sedang memikirkan bagaimana membayar gaji mereka, tiba-tiba ada SMS masuk ada yang transfer uang 400 Juta, itu uang DP untuk pembelian batu bara, Alhamdulillah saya langsung nyuruh tukangnya untuk kerja lembur” tutupnya.

Bersambung… Untuk kelanjutan Kisah Inspiratif H Suriansyah akan kami tuliskan di Bagian III

Penulis: Redaksi Metronews.co