Rubrik Utama

Daerah

Yayasan Mansyur Tuah Bantu Warga yang Tidak Mampu Bayar Tagihan Rumah Sakit

SAMARINDA– Yayasan Peduli Sesama Mansyur Tuah terus melakukan pendampingan terhadap warga yang tidak mampu di Samarinda Kalimantan Timur.

Terbaru yakni kasus yang menimpa pasangan suami istri Atalia (35) dan Anissa (32) warga jalan lambung Mangkurat yang belakangan diketahui tidak memiliki biaya untuk membayar persalinan dan rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Syahranie Samarinda.

Menyikapi persoalan itu, Selasa 18 Mei 2021, Yayasan Peduli Sesama Mansyur Tuah yang dipimpin oleh Ketua Yayasan H Suriansyah mendatangi langsung RSUD AW Syahranie untuk melakukan mediasi dengan manajamen rumah sakit terkait tagihan biaya yang dibebankan kepada Pasutri Atalia dan Anissa.

Setelah dilakukan mediasi ternyata terjadi kesalahpahaman antara kedua belah pihak. Dan pihak rumah sakit menghapus tagihan tersebut dengan catatan mereka harus melengkapi dokumen seperti surat keterangan tidak mampu dan dokumen pendukung lainnya.

“Hari ini kami telah melakukan mediasi dengan pihak rumah sakit Abdul Wahab Syahranie Samarinda. Setelah dilakukan mediasi dan alhamdulillah orang tua bayi tidak disuruh membayar tagihan selama di rawat rumah sakit, ini semua sudah clear, karena kemarin-kemarin itu ternyata terjadi mis komunikasi saja” ujar Suriansyah Ketua Yayasan Peduli Sesama Mansyur Tuah usai melakukan mediasi.

Lebih lanjut Suriansyah mengatakan kasus ini menjadi catatan bagi Pemerintah Kota Samarinda agar memperhatikan warganya yang tidak mampu. Ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk membuat jaminan kesehatan agar mendapatkan fasilitas layanan rumah sakit.

“ini harusnya menjadi catatan bagi pemerintah, bahwa masih banyak warganya yang tidak mampu membayar biaya rumah sakit, dan kami dari Yayasan Peduli Sesama Mansyur Tuah juga menghimbau dan sekaligus mengajak masyarakat agar mengurus BPJS gratis atau pra bayar, sehingga saat berobat tidak di persulit dan tidak menyulitkan pihak rumah sakit dalam menyusun laporan administrasi” jelas pria yang disapa Sasa tersebut.

Sementara itu, pihak RSUD Abdul Wahab Syahranie Samarinda mengaku bahwa persoalan ini telah selesai dan sepenuhnya diserahkan ke pihak Yayasan Peduli Sesama Mansyur Tuah.

“Tadi sesuai kesepakatan bahwa yang menjelaskan pihak yayasan kesalahpahamannya. Jadi dari rumah sakit no comment. Ini ga ada masalah, hanya salah paham aja,” kata Humas RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda, dr Arysia Andhina.

Diketahui, pasangan Ataila (35) dan Anissa (32) melahirkan bayinya di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda pada bulan Oktober 2020 lalu. Saat itu bayi berjenis kelamin perempuan itu lahir dalam kondisi prematur sehingga harus dirawat di ruang inkubator selama 16 hari sebelum dinyatakan meninggal dunia.

Dalam prosesnya, pasangan suami istri yang diketahui bekerja serabutan itu terkendala biaya karena saat itu mereka tidak memiliki BPJS.

“Kami tidak memiliki biaya untuk membayar tagihan tersebut, sehingga pihak rumah sakit menyuruh kami membayar dengan menyicil, tapi Alhamdulillah sekarang Yayasan Peduli Sesama Mansyur Tuah membantu kami untuk menyelesaikan persoalan itu, sehingga biaya itu tidak lagi menjadi beban bagi kami” Ujar Atalia kepada awak media.

Yayasan Peduli Sesama Mansyur Tuah diketahui kerap membantu masyarakat yang membutuhkan di Samarinda. Yayasan yang baru setahun didirikan itu selalu terlibat dalam kegiatan sosial, selain melakukan pendampingan, Yayasan Peduli Sesama Mansyur Tuah juga menyiapkan rumah singgah untuk lansia serta melakukan bedah rumah warga yang tidak mampu.

Sebagai bentuk komitmennya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, pihak Yayasan Peduli Sesama Mansyur Tuah menyiapkan layanan Call Center di nomor 082236278378.

Penulis: Redaksi Metronews.co