Rubrik Utama

Daerah

Pelayanan Online Disdukcapil Kukar Disambut Masyarakat

Kadisdukcapil Kukar Muhammad Irianto. Foto Metronews.co

“Sebagian besar sudah ada desa yang memfasilitasi (jaringan internet). Nantinya pelayanan adminduk hanya sebatas desa saja, gak perlu hingga ke Disdukcapil,” Irianto

Kaltimtuah.id, Kutai Kartanegara– Masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menikmati pelayanan administrasi dan kependudukan (adminduk) yang diterapkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kukar secara online. Ini ditandai dengan meningkatnya permohonan pelayanan yang diterima.

Lebih-lebih kepada masyarakat Kukar yang berada jauh dari pusat ibukota kabupaten, yakni Kecamatan Tenggarong. Sehingga dianggap memangkas waktu dan mempermudah menerima pelayanan dari Disdukcapil. Karena memang Kukar memiliki 18 kecamatan yang tersebar, dan luas wilayah topografi dibanding wilayah lainnya.

Kadisdukcapil Kukar, Muhammad Irianto, menjelaskan, sejak permohonan pelayanan secara online diberlakukan pada April 2020 lalu dan semenjak pandemi Covid-19 melanda Kukar, masyarakat perlahan mulai beralih dari tatap muka. Meskipun sempat kesulitan dirasakan masyarakat, tetapi berangsur-angsur mulai diterima.

“Tren kenaikan pelayanan (online), setiap harinya makin banyak menggunakannya,” jelas Irianto belum lama ini.

Sebelum adanya permohonan pelayanan adminduk secara online. Disdukcapil Kukar hanya mampu menerima layanan sebanyak 500 permohonan saja perhari. Kini meningkat tajam, bisa mencapai seribu permohonan tiap harinya.

Bagi masyarakat yang datang secara langsung pun sebatas pelayanan adminduk yang berbentuk kartu, elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) contohnya.

Sementara yang bersifat surat seperti kartu keluarga, surat keterangan akte masih bisa diakses secara online.

“Yang bisa di-online kan ya di-online kan, awal masih sulit karena biasa tatap muka,” lanjutnya lagi.

Bentuk edukasi terus disosialisasikan, untuk memastikan masyarakat agar bisa memanfaatkan IT dalam pengurusan adminduk.

Karena dianggap mampu menghemat waktu menjadi efisien, serta memangkas jarak tempat-tempat yang jauh dari Tenggarong. Hanya memerlukan smartphone dan kuota internet. Permohonan pelayanan bisa dilakukan dari rumah.

“Diproses selesai hari itu juga dan dikirim via chat atau email, dan dicetak sendiri, dan bisa disimpan file nya,” ungkap Irianto.

Selain terkendala masih ada masyarakat yang belum melek teknologi. Blankspot juga jadi kendala utama pelayanan daring. Solusinya, Disdukcapil Kukar pun meminta seluruh desa yang blankspot, bisa meningkatkan fasilitas jaringan internet di kantor desa. Seperti yang dilakukan Desa Jembayan Dalam.

“Sebagian besar sudah ada desa yang memfasilitasi (jaringan internet). Nantinya pelayanan adminduk hanya sebatas desa saja, gak perlu hingga ke Disdukcapil,” pungkas Irianto. (*)