Rubrik Utama

Daerah

HSB Bantah Kepemilikan Tambang Ilegal di Bulungan

Oknum polisi diduga pemilik tambang emas ilegal di tangkap di bandara (Ist)

Kaltimtuah.id, Sejak Kamis (5/5) lalu, penyidik Ditreskrimsus Polda Kaltara melakukan pemeriksaan terhadap HSB yang merupakan tersangka perkara penambangan emas ilegal di Sekatak, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara).

Hingga Jumat (6/5) pemeriksaan terus dilakukan dan akan terus dilanjutkan hari ini (7/5).

Penasihat hukum (PH) HSB, Dr. Syafruddin, S.H, M.Hum, mengungkapkan, selama dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Kaltara, HSB dicecar 22 pertanyaan.

Jadi saya dampingi (HSB) langsung dua hari berturut-turut ini,” katanya, Jumat (7/5).

Dilanjutkan, 22 pertanyaan tersebut pun langsung dijawab oleh HSB.

Secara garis besar, kepada penyidik HSB menyatakan bahwa ia tidak terlibat langsung dalam perkara illegal mining atau penambangan emas ilegal, sebagaimana yang disangkakan kepadanya.

Jadi masih dugaan dan itu hak penegak hukum untuk melakukan dugaan itu,” ungkapnya.

Mengutip HSB, Syafruddin mengungkap jika HSB hanya berperan sebagai fasilitator pihak manajemen penambang yang mendapat izin untuk melakukan penambangan.

Penambangan, kata dia, dilakukan seseorang berinisial M.

Syafruddin pun menilai sejauh ini dalam pemeriksaan yang dilakukan penyidik, HSB menepis bahwa ia pemilik dari penambangan tersebut.

“Jadi dia hanya memfasilitasi pertemuan pihak manajemen dengan saudara M untuk melakukan penambangan. Makanya saya cari mana dasarnya terjadi penambangan ilegal.

Sebab ada izin dari manajemen, walaupun izin itu secara tidak tertulis. Kami bisa buktikan bahwa izin sudah diberikan secara tidak tertulis oleh pihak manajemen,” ungkap Syafruddin sembari menjelaskan jika manajemen yang dimaksud adalah sebuah perusahaan tambang emas.

Pihaknya pun siap menghadirkan bukti, yaitu pihak yang melihat dan mendengarkan terhadap adanya pihak manajemen memberikan izin secara lisan.

Ia memastikan bahwa sudah lebih dari satu tahun HSB tidak lagi datang ke penambangan tersebut.

“Kalau tidak punya izin kenapa tidak dari dulu, masak pihak manajemen hanya melihat saja bahwa di lahannya ada penambangan ilegal. Kalau memang penambangan tidak punya izin, kenapa dibiarkan,” ucapnya. (zar/lim)